Tampilkan postingan dengan label Kick andy show. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kick andy show. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2009

Dari Hobi Jadi Prestasi


Dokter, insinyur, pilot, dan sebagainya merupakan profesi yang dianggap mapan dalam pandangan masyarakat sekarang ini. Tidak salah memang, karena materi yang dihasilkan dari profesi tersebut cukup lumayan. Dan, itu kadang menjadi ukuran sukses seseorang.

Namun sebenarnya ada beberapa profesi yang selama ini dianggap sebelah mata, tapi jika ditekuni bisa menghasilkan pendapatan yang tidak kalah, bahkan melebihi apa yang didapat dari penghasilan beberapa profesi formal tadi. Profesi seperti disc jockey atau DJ, bartender, pemain skateboard, visualizer iklan, pembuat tato, atau bahkan pembuat yoyo.

Milinka Mikaela Radisic, misalnya. Perempuan yang akrab disapa DJ Milinka ini adalah DJ wanita pertama di Indonesia. Perempuan berdarah Yugoslavia-Indonesia ini adalah sarjana ekonomi lulusan Belanda. Awalnya dia menekuni pekerjaan sebagai stock broker atau pialang saham. Namun karena hobi musiknya yang kuat, akhirnya terjun menjadi Disc Jockey. Wanita berusia 31 tahun ini sering mendapat penghargaan di dalam negeri maupun mancanegara. Profesi DJ di Indonesia saat ini memang sedang digandrungi anak muda. Dan ini juga dibenarkan “pakar Dj” Indonesia, Audi Riri Mestika Rachman atau dikenal dengan DJ Riri. “Kebanyakan profesi DJ ini berawal dari mereka yang gagal dengan tujuan utama dan kalau ditekuni bisa berhasil,” ujar Riri yang mengaku cita-cita awalnya menjadi penyanyi.

Lain lagi cerita Aditya Ananda atau Adit. Pemuda 24 tahun ini awalnya mengikuti kompetisi bartender Asia-Pasifik di Malaysia pada 2007 lalu. Di negeri jiran itu Adit berhasil menjadi juara. Ia melihat profesi bartender bisa berkembang baik di Malaysia karena mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Dan, sejak itu ia menekuni sebagai “flair bartender” yaitu bartender yang menghibur dengan olah keterampilan melempar botol. Dengan profesi ini Adit mengaku bisa menjelajah dunia dan mempunyai sekolah bartender.

Lain lagi cerita Reno Pratama. Karena hobinya bermain skateboard atau papan luncur sejak kecil, dia rela meninggalkan bangku sekolah. Reno yang kini berusia 23 tahun adalah skater terbaik di Indonesia. Adegan-adegan ekstrim, mulai meluncur dan melompat tembok, hingga meluncur di atas gerbong kereta api sudah biasa bagi Reno yang pernah menjadi Juara II Asian Indoor Skateboarding di Thailand pada 2007 lalu. Secara materi Reno mengaku sudah cukup karena ia telah mendapat kontrak dari sponsor dari atribut luar negeri yang dikenakannya mulai dari T Shirt hingga sepatu.
Hobi Gambar

Berbekal kepiawaian menggambar mendatangkan berkah. Itulah ungkapan yang pantas bagi Andrie Lemez dan Kent-Kent. Andrie yang hobi melukis kini menekuni profesi sebagai visualizer iklan dan layar lebar. Karyanya yang bisa kita nikmati di layar kaca adalah iklan salah satu produk minuman yang dibintangi Aura Kasih dan iklan produk kecantikan yang dibintangi Bunga Citra Lestari. Menurut Andrie, profesi visualizer ini masih jarang dan masih hitungan jari. “Padahal penghasilannya lumayan lho”, ujar Andrie yang sering menampik order, tertawa.

Begitu juga Kent-Kent. Berkat hobi melukis, pria asal Bandung 37 tahun ini berprofesi sebagai tukang pembuat tato. Nah, jangan dianggap remeh pekerjaan ini. Kent-Kent yang sarjana seni ini melalui tato sudah sering mendapat penghargaan baik di dalam maupun luar negeri.

Terinspirasi juara dunia yoyo yang datang ke Indonesia, membuat Oke Rosgana kini menekuni profesi sebagai Desainer Yoyo. Desain yoyo pria asal Subang, Jawa Barat lulusan Fakultas Seni Rupa ITB hingga kini telah dipakai dan diekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, Afrika, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat. Selain mendesain yoyo, Oke juga mahir memainkan mainan tersebut, bahkan melalui permainan yoyonya ia pernah diundang pemerintah Sudan dan diarak keliling kota diberi gelar “yoyoman”.

Sepintas, profesi di atas kadang tidak terbayang di benak kita karena sering dianggap sebalah mata. Namun dengan kejelian dan keahlian tertentu, ternyata bisa mendatangkan uang dan bisa menjadi profesi yang menjanjikan. ( end )



Jumat, 17 April 2009

JEMBATAN KEHIDUPAN

Bagi Ciptono, tidak ada kata menyerah. Ini dilakukan terutama dalam memotivasi anak-anak didiknya yang tidak biasa alias berkebutuhan khusus. Pria paruh baya ini dikenal luas sebagai pelatih khusus bagi murid-murid terutama yang mendapat karunia Tuhan tidak seperti orang normal. Di sekolah Luar Biasa Negeri Semarang, Ciptono melatih bakat para tuna rungu, tuna grahita dan autis hingga mereka berprestasi.

Contohnya adalah Muchtar Abas. Walau tuna rungu, kemahiran Abas dalam berpantomim sungguh luar biasa. Dengan mimiknya yang ekspresif pemuda berusia 20 tahun ini berpantomim bercerita mengenai kehidupan sehari-hari. Melalui gerakan tangan dan kakinya, ia berusaha menyampaikan pesan kepada khalayak. Hingga saat ini Abas telah berpantomim menghibur penonton dari mal satu ke mal yang lain. Abas adalah salah satu murid Sekolah Luar Biasa Semarang asuhan Ciptono. Menurut Ciptono, di sekolah, Abas tidak hanya belajar pantomim saja, melainkan juga diberikan bekal keterampilan lain seperti otomotif.

Lain lagi halnya Delly Meladi. Di tengah kehidupan yang semakin berat belakangan ini, banyak orang mengalami tekanan yang luar biasa, sebagian mampu menghadapinya. Namun banyak di antara kita yang tidak kuat dan melakukan tindakan-tindakan yang destruktif.

Akibatnya, hampir setiap hari kita dijejali berita-berita tentang bentrokan massal. Saling bunuh untuk urusan sepele, tawuran mahasiswa atau remaja yang memakan korban jiwa. Atau orangtua yang mencari jalan pintas dengan membunuh anak-anak mereka lalu mereka sendiri bunuh diri, dan berbagai berita lain yang membuat kita seolah kehilangan harapan dan akal sehat.


Di tengah situasi seperti ini, Kick Andy menemukan sebagian orang yang lebih memilih cara-cara positif dalam menyikapi menjalani kehidupan mereka. Misalnya apa yang dilakukan Soleh Muksin di Surabaya.

Sebagai guru yang sekian tahun tidak diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil, atau sebagai seorang muslim yang tak setuju dengan adanya lokalisasi pelacuran, dia tidak frustasi dan melakukan tindakan destruktif. Sebaliknya dia memilih cara yang membuat sebagian dari kita mungkin tidak percaya. Dengan segala keterbatasan dia justru membangun madrasah gratis di sebelah lokalisasi pelacuran di kawasan Dupak, Bangunrejo, Surabaya, sebuah kawasan prostitusi yang terkenal dengan Gang Dolly-nya.

Setelah tampil di kick andy, Soleh Muksin mendapat bantuan dari Program Satu Hati, yang diprakarsai oleh Pocari Sweat dan Kick Andy Foundation. Bahkan dia sebagian dari penonton Kick Andy juga tergerak untuk memberikan bantuan bagi abah muksin. Sayang di tengah upaya Soleh Muksin untuk memperbaiki sekolahnya dengan dana bantuan tersebut, ada orang yang telah tega mengambil keuntungan dengan menipunya.

Pak Muksin tetap semangat, seperti juga Mama Gisela Borowka, seorang perempuan asal Jerman, yang selalu bersemangat untuk mengabdi pada saudara-saudara kita para penderita lepra di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, sejak tahun 1963. Bahkan Gisela memprakarsai pendirian sebuah rumah sakit khusus bagi para penderita kusta di sana. Dan hebatnya, ia berrtekad untuk menghabiskan sisa hidupnya untuk membantu para penderita dan mantan penderita lepra atua kusta.

Sebagian dari kita mungkin merasa tidak memiliki kemampuan atau kesempatan untuk membantu saudara-sauadara kita, seperti yang dilakukan Pak Muksin, Ibu Gisela atau tokoh-tokoh lain yang pernah hadir di Kick Andy. Tapi melalui kick andy foundation anda semua bisa melakukannya.

Bagi anda yang sudah menjadi donatur Kick Andy Foundation, di episode ini, secara khusus kami akan melaporkan tentang Program Satu Hati dan Gerakan 1000 kaki palsu gratis.

Program Satu Hati Cerdaskan Bangsa, adalah sebuah program untuk membantu dunia pendidikan, khususnya dalam pengadaan pengadaan buku bagi sekolah-sekolah yang tidak mampu. Untuk program ini Kick Andy bekerjasama dengan produsen minuman Pocari Sweat. Dan untuk menggalang partisipasi masyarakat, kami juga melakukan roadshow di Jakarta dan Surabaya. Dana yang terkumpul akan kami salurkan untuk membantu membangun perpustakaan-perpustakaan di sejumlah sekolah yang tidak mampu.

Sementara itu, Gerakan 1000 Kaki Palsu Gratis telah mendapat sambutan luar biasa, baik dari para donatur, terlebih juga dari mereka yang memerlukan kaki palsu. Sejauh ini dana yang sudah terkumpul mencapai Rp. 981.635.000 (per akhir September 2008) dan sekitar 1.300 orang sudah mendaftar melalui website untuk mendapatkan kaki palsu. Tentu saja, kami memerlukan waktu untuk bisa menyelesaikan program ini. Mengingat kaki palsu adalah sebuah benda personal yang harus dirancang satu per satu, sesuai ukuran kaki calon pemakainya.

Untuk mempercepat program besar ini, Sugeng telah menambah ”pasukan” di bengkelnya, dengan merekrut 30 anak buah. Sugeng dan pasukannya bekerja dari mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 setiap hari.

Secara khusus pengurus Kick Andy Foundation juga merekrut sejumlah relawan untuk menjadi duta-duta khusus di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka adalah anggota tim sirkulasi Media Indonesia, yang telah rela menyisihkan waktunya untuk menjadi relawan. Mereka melakukan survei, mengukur kaki para calon penerima dan menyalurkan kaki palsu yang sudah selesai pada penerima di wilayah masing-masing. Sebelumnya, para relawan ini sudah mendapat bekal keterampilan dalam melakukan pengukuran dan teknik pemakaian kaki palsu dari Sugeng.

Sampai saat ini sudah 112 kaki yang diserahkan pada penerimanya. Adalah sebuah kebahagiaan tatkala kita bisa melihat para penyandang cacat kaki ini kembali tersenyum. Mereka yang sudah menerima antara lain dari Jakarta, Bogor, Bandung, Medan, Yogyakarta, Padang, dan wilayah lainnya.

Kisah kebangkitan hidup para penerima kaki palsu selengkapnya, akan kami sajikan di episode khusus nantinya. Berbagai kisah kebahagiaan akanh lahir karena jiwa sosial anda semua. Untuk itu, Kick Andy menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga pada anda semua yang telah menjadi donatur melalui Kick Andy Foundation, Untuk program Satu Hati, Program 100 Kaki Palsu Gratis, atau bagi program kemanusiaan lainnya.

Secara berkala penyaluran bantuan dari anda tersebut akan kami laporkan melalui acara Kick Andy, maupun melalui website kickandy. Dan untuk terus memotivasi rasa sosial kita semua, di akhir acara Kick Andy akan membagikan 100 buku gratis yang penuh ispirasi berjudul ” Patch Adam”. Sebuah Buku menarik tentang seorang dokter Eksentrik asal Virginia, Amerika Serikat, yang melakukan pengobatan dengan humor dan kemanusiaan.